Rabu, 07 Desember 2016
TRAILER PERDANA Transformers: The Last Knight
Transformers: The Last Knight
Bab terbaru dalam franchise raksasa Transformers telah dimulai.
Trailer perdana Transformers: The Last Knight yang disutradarai Michael Bay telah dirilis. Lihat aksi para pahlawan dan robot jagoan di bawah.
Dibuka dengan narasi Anthony Hopkins, trailer pertama menampilkan umat manusia di dua periode lampau dan masa kini diselingi adegan bintang lama dan baru.
Josh Duhamel dan Mark Wahlberg, Laura Haddock, John Turturro, John Goodman, Isabela Moner, Stanley Tucci dan Jean Dujardin.
Adegan yang menampilkan Optimus Prime menyerang Bumblebee dan berkata, “Maafkan aku” menjadi bagian paling menarik di trailer.
Apakah ia membelot dari kawan-kawannya?
Produser Lorenzo Di Bonaventura menyatakan The Last Knight akan membahas asal usul Transformers dan sejarah perpecahan di antara mereka. Ditanya apa yang patut dinantikan di film, Bay menjawab pada Collider “Babak ketiga di film sangat menarik secara visual.
Aku tak mau bicara banyak, tapi ini sangat menantang dalam penggarapannya.
Apa yang kami lakukan di sini tak pernah kulihat sebelumnya.”
Transformers: The Last Knight siap menggebrak bioskop pada 23 Juni 2017.
FAST 8
FAST 8
Seperti kita ketahui, farnchise Fast and Furious merupakan salah satu produk perfilman Hollywood yang sangat menjanjikan.
Dan selama perjalanan franchise ini, nilai “kekeluargaan” menjadi salah satu aset paling berharga saat ini.
Meskipun demikian bumbu “perselisihan” antara Dwayne Johnson dan Vin Diesel di lokasi pengambilan gambar Fast 8 juga sangat membantu pemasaran film terbarunya ini.
Menjelang dirilisnya trailer perdana Fast 8 pada 11 Desember mendatang, pihak Universal Pictures merilis sebuah video yang merangkum perjalanan franchise ini.
Klip yang dirilis melalui akun Twitter mereka ini menghadirkan perjalanan saga ini dari awal sampai dengan film terakhir mereka dengan narasi dan pengantar dari sebagaian pemain bintangnya.
Poin yang mereka angkat sudah tentu adalah “family” Selain itu dalam klip ini juga terdapat beberapa adegan behind the scene dari film Fast 8 yang menampilkan karakter Cipher yang diperankan oleh Charlize Theron.
Fast 8 disutradarai oleh F. Gary Gray (Straight Outta Compton, The Italian Job) dan sebagian besar bintang utama franchise film ini banyak yang akan kembali.
Seperti Vin Diesel, Michelle Rodriguez, Jordana Brewster, Tyrese Gibson, Chris “Ludacris” Bridges, Elsa Pataky dan Lucas Black.
Di samping itu, kehadiran Jason Statham, Dwayne Johnson dan Kurt Russell juga sangat dinantikan oleh para fans.
Para pendatang baru franchise ini juga akan meramaikan film ke 8 ini termasuk Charlize Theron yang berperan sebagai main villain, kemudian ada jebolan serial Games of Thrones Kristofer Hivju serta kehadiran salah satu bintang Suicide Squad, Scott Eastwood.
Untuk lokasi pengambilan gambar yang sudah dikonfirmasi film ini adalah kota New York. Franchise Fast and Furious memang terkenal dengan lokasi-lokasi pengambilan gambar yang eksotis dan terbagi dalam berbagai belahan dunia.
Dimulai dengan aksi film pertama yang berlokasi di Los Angeles, kemudian para pemain dan kru film ini bertualang ke Miami, Tokyo, Rio de Janeiro (Brasil) dan Abu Dhabi (Uni Emirat Arab). Fast 8 juga akan melakukan pengambilan gambar di beberapa lokasi. Universal Pictures sedang melakukan pengambilan gambar di negara Kuba.
Selain Kuba pihak studio juga akan untuk melakukan pengambilan gambar di Rusia dan Islandia.
Fast 8 direncanakan untuk rilis pada tanggal 14 April 2017.
Senin, 05 Desember 2016
4 Cara Berbeda Menggunakan Google Translate
4 Cara Berbeda Menggunakan Google Translate
Bisa Pakai Kamera dan Tulis Tangan
Dulu untuk mengetahui terjemahan bahasa asing, dibutuhkan sebuah buku kamus yang terkadang berukuran besar.
Semakin lengkap kumpulan kata, maka semakin tebal kamus tersebut.
Kini masa tersebut sudah lewat, sekarang kamu bisa menterjemahkan bahasa asing hanya dengan bermodalkan smartphone, koneksi internet, serta aplikasi.
Bagi pengguna smartphone berbasis Android, salah satu aplikasi yang cukup bagus untuk dicoba adalah Google Translate.
Asiknya, aplikasi ini bisa menterjemahkan melalui 4 cara berbeda.
1. Mengetik
Cara paling konvensional yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengetik suatu kata atau kalimat.
Kamu tinggal mengetik pada kolom kosong yang bertuliskan Tap to enter text. Setelah itu, aplikasi akan langsung mengubahnya ke pilihan bahasa yang telah kamu tentukan di bawahnya.
2. Manfaatkan kamera
Dari aplikasi ini, tekan ikon kamera yang berada di pinggir kiri. Setelah kamera aktif, kamu bisa mengarahkannya ke dokumen atau suatu tulisan.
Ada dua cara yang bisa dilakukannya, pertama bisa langsung menterjemahkan secara real-time dengan syarat ikon mata yang terdapat di sisi kanan harus aktif.
Yang kedua, kamu bisa mematikan ikon mata ini dan menterjemahkannya setelah tulisan dijepret menggunakan kamera dan kamu bisa menterjemahkannya satu persatu dengan menekan tiap kata.
3. Melalui suara
Kamu bisa menekan ikon mikrofon yang berada di tengah.
Tekan ikon ini dan ucapkan kata atau kalimat yang dimaksud, Dengan metode pengenalan suara (voice-recognition), aplikasi ini akan menterjemahkan melalui teks serta suara.
4. Tulisan tangan
Tekan ikon yang ada di pojok kanan, Buat tulisan tangan di kolom kosong bagian bawah yang bertuliskan Write here. Fungsi ini memang lebih cocok digunakan pada smartphone yang memiliki stylus.
Semakin lengkap kumpulan kata, maka semakin tebal kamus tersebut.
Kini masa tersebut sudah lewat, sekarang kamu bisa menterjemahkan bahasa asing hanya dengan bermodalkan smartphone, koneksi internet, serta aplikasi.
Bagi pengguna smartphone berbasis Android, salah satu aplikasi yang cukup bagus untuk dicoba adalah Google Translate.
Asiknya, aplikasi ini bisa menterjemahkan melalui 4 cara berbeda.
1. Mengetik
Cara paling konvensional yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengetik suatu kata atau kalimat.
Kamu tinggal mengetik pada kolom kosong yang bertuliskan Tap to enter text. Setelah itu, aplikasi akan langsung mengubahnya ke pilihan bahasa yang telah kamu tentukan di bawahnya.
2. Manfaatkan kamera
Dari aplikasi ini, tekan ikon kamera yang berada di pinggir kiri. Setelah kamera aktif, kamu bisa mengarahkannya ke dokumen atau suatu tulisan.
Ada dua cara yang bisa dilakukannya, pertama bisa langsung menterjemahkan secara real-time dengan syarat ikon mata yang terdapat di sisi kanan harus aktif.
Yang kedua, kamu bisa mematikan ikon mata ini dan menterjemahkannya setelah tulisan dijepret menggunakan kamera dan kamu bisa menterjemahkannya satu persatu dengan menekan tiap kata.
3. Melalui suara
Kamu bisa menekan ikon mikrofon yang berada di tengah.
Tekan ikon ini dan ucapkan kata atau kalimat yang dimaksud, Dengan metode pengenalan suara (voice-recognition), aplikasi ini akan menterjemahkan melalui teks serta suara.
4. Tulisan tangan
Tekan ikon yang ada di pojok kanan, Buat tulisan tangan di kolom kosong bagian bawah yang bertuliskan Write here. Fungsi ini memang lebih cocok digunakan pada smartphone yang memiliki stylus.
Waspada Instal Aplikasi Gratis (No Safe)
Instal Aplikasi Gratis Android, Anda Perlu Waspada Hal Ini
Riset yang dilakukan Carnegie Mellon University mengungkap hal mencengangkan tentang aplikasi gratis untuk platform Android.
Menurut hasil survei, setengah dari 18.000 aplikasi gratis yang ada di Play Store tidak memiliki privacy policy.
Ketiadaan privacy policy ini beragam bentuknya.
Salah satunya, ada aplikasi gratis yang tidak jujur mengenai cara mereka menangani data penggunanya.
Ada juga yang tidak jujur dalam hal penyebarannya.
Contohnya, sebagaimana dilansir KompasTekno dari PhoneArena, Minggu (4/12/2016), 41% dari total aplikasi gratis yang memiliki privacy policy menyatakan bahwa mereka sebenarnya mengumpulkan data pengguna.
Meski begitu, tidak diketahui data apa yang dikumpulkan.
Sementara, ada 17 persen aplikasi gratis yang ternyata membagikan data-data pengguna ke pihak lain.
Jumlah tersebut bisa jadi lebih besar.
Pasalnya, Carnegie Mellon melakukan penelitiannya menggunakan sistem yang bergerak secara otomatis, dengan memasukkan perintah tertentu.
Cara pencarian aplikasi secara otomatis itu memiliki kelemahan, yaitu hasilnya tidak seakurat pencarian manual.
“Walau sistem otomatis menemukan kemungkinan pelanggaran privasi yang tidak konsisten, bukan berarti masalah pelanggaran ini ada di semua aplikasi,” terang Profesor of Computer Science di Carnegie Mellon University, Norman Sadeh.
Sebenarnya mayoritas semua negara memiliki aturan hukum yang mewajibkan pembuat aplikasi mengatur kebijakan pemakaian data pribadi (privacy policy).
Terutama jika jenis data yang diambil oleh aplikasi itu bisa dipakai untuk mengidentifikasi seseorang, seperti alamat e-mail, nomor telepon, dan sebagainya.
Begitu pula dengan Google yang mewajibkan hal serupa pada aplikasi yang meminta data pribadi jenis tersebut.
Di sisi lain, ada saja pengembang aplikasi yang memang tidak tahu bahwa dirinya harus menjelaskan kebijakan penggunakan data pribadi kepada pengguna.
Ketiadaan privacy policy ini beragam bentuknya.
Salah satunya, ada aplikasi gratis yang tidak jujur mengenai cara mereka menangani data penggunanya.
Ada juga yang tidak jujur dalam hal penyebarannya.
Contohnya, sebagaimana dilansir KompasTekno dari PhoneArena, Minggu (4/12/2016), 41% dari total aplikasi gratis yang memiliki privacy policy menyatakan bahwa mereka sebenarnya mengumpulkan data pengguna.
Meski begitu, tidak diketahui data apa yang dikumpulkan.
Sementara, ada 17 persen aplikasi gratis yang ternyata membagikan data-data pengguna ke pihak lain.
Jumlah tersebut bisa jadi lebih besar.
Pasalnya, Carnegie Mellon melakukan penelitiannya menggunakan sistem yang bergerak secara otomatis, dengan memasukkan perintah tertentu.
Cara pencarian aplikasi secara otomatis itu memiliki kelemahan, yaitu hasilnya tidak seakurat pencarian manual.
“Walau sistem otomatis menemukan kemungkinan pelanggaran privasi yang tidak konsisten, bukan berarti masalah pelanggaran ini ada di semua aplikasi,” terang Profesor of Computer Science di Carnegie Mellon University, Norman Sadeh.
Sebenarnya mayoritas semua negara memiliki aturan hukum yang mewajibkan pembuat aplikasi mengatur kebijakan pemakaian data pribadi (privacy policy).
Terutama jika jenis data yang diambil oleh aplikasi itu bisa dipakai untuk mengidentifikasi seseorang, seperti alamat e-mail, nomor telepon, dan sebagainya.
Begitu pula dengan Google yang mewajibkan hal serupa pada aplikasi yang meminta data pribadi jenis tersebut.
Di sisi lain, ada saja pengembang aplikasi yang memang tidak tahu bahwa dirinya harus menjelaskan kebijakan penggunakan data pribadi kepada pengguna.
Minggu, 04 Desember 2016
Underworld: Blood Wars
Underworld: Blood Wars
Untuk sebuah horor aksi dengan kualitas pas-pasan, mengejutkan memang bisa tetap melihat waralaba Underworld masih bisa tetap berdiri tegak selama 13 tahun lamanya. Mungkin kemudian tidak terlalu mengherankan jika kamu melihat fakta di lapangan, bagaimana keuntungan yang diperoleh Screen Gems dari empat seri Underworld; 458 juta Dolar dari bujet 177 jutanya, ya, ini jelas adalah proyek yang masih menjanjikan untuk terus dan terus dibuat karena sesuai hukum ekonomi, selama permintaan masih cukup tinggi maka produksi akan terus ada.
Melanjutkan dari seri Awakening, Blood Wars masih berada dalam pakem yang sama perseteruan abadi vampir dan manusia serigala (lycan), hanya saja kini heroine kita, Selene (Kate Beckinsale) si Death Dealer tangguh menjadi fokus perebutan dua klan horor tersebut mengetahui fakta ia adalah buron dari kaum vampir karena berdosa telah membunuh sang pimpinan dan kedua, ia dan putrinya, Eve memiliki kualitas darah istimewa yang konon mampu memberikan kekuatan luar biasa bagi siapa saja yang meminumnya. Selene tidak sendiri, kini sepeninggal kekasih tercintanya, Michael yang separuh vampir separuh lycan, Selene bersama David, putra dari salah satu petinggi kaum vampir (Theo James) berusaha menghentikan perang darah ini sekali untuk selamanya.
Konsistensi, mungkin bisa dibilang kunci mengapa franchise ini masih bisa terus ada.
Masih mempertahankan tone gothic-dinginnya sejak seri pertama dengan aura gelap, masih berpusat pada perang abadi dua makhluk malam yang menarik dan juga rumit di saat bersamaan, dan bagian terbaiknya adalah ia masih memasang Kate Beckinsale sebagai jagoannya, bahkan setelah 13 tahun Beckinsale masih memberikan pesona yang sama ketika pertama kali kita melihatnya dalam latex hitam seksi ketatnya. Ya, pada dasarnya Blood Wars masih film yang sama dengan para pendahulunya meski sudah tiga kali berganti sutradara (Kini kendali dipegang oleh seorang eks sinematografer, Anna Foerster).
Sayang konsistensi juga masih berlaku buat kualitas naskahnya yang tidak pernah benar-benar bisa diperbaiki. Masih menderita di sana-sini dengan segala kerumitan yang seakan tidak berujung, perseteruan vampire dan lycan kembali diulang dan diulang tanpa motif yang benar-benar kuat selain dendam abadi masa lalu.
meski memang sejak Awekening fokus lebih bergeser ke pribadi Selene dengan segala kisah asmara dan evolusinya sebagai vampir super yang kemudian menjadi dasar buat narasi Blood Wars ini.
Bukan berarti tidak ada sesuatu yang baru di sini, ada, hanya saja bukan sesuatu yang sampai bisa membuat Blood Wars menjadi seri yang lebih istimewa ketimbang pendahulunya, tidak dengan kehadiran Tobias Menzies sebagai komandan baru para lycan atau Lara Pulver sebagai Semira yang licik, termasuk kejutan di ujung cerita yang tampak sekali terkesan terlalu dipaksakan tanpa memberi penjelasan yang cukup.
Sementara untuk bagian aksinya, Blood Wars masih sama memukaunya dengan pendahulunya, meski yah, saya lebih memilih momen puncak Awakening ketimbang ini namun sekali lagi, perseteruan fisik di Blood Wars masih masuk dalam tahap menghibur, terlebih Beckinsale masih tampil sama keren dan badass-nya seperti yang sudah-sudah dengan segala pesona fisik dan kemampuan vampirnya yang luar biasa.
Guardians of the Galaxy Vol. 2
Guardians of the Galaxy Vol. 2
Akhirnya trailer perdana Guardians of the Galaxy Vol. 2 dirilis.
Sekuel dari film garapan James Gunn ini telah lama ditunggu-tunggu trailernya, setelah sebulan yang lalu sneak peek dan posternya diluncurkan.
Meskipun bersifat mirip trailer, sneak peek tersebut hanyalah ‘pembuka’ bagi trailer yang sebenarnya.
Separuh dari trailer ini sudah terlihat di sneak peek tapi tentu saja masih banyak kelucuan yang tersisa di teaser trailer resmi di sini.
Monster raksasa bertentakel yang muncul di concept art muncul di sini, juga karakter Mantis milik Pom Klementieff.
Masih mencuri perhatian adalah Baby Groot yang tak mau mendengarkan Rocket Raccoon dan bertingkah seperti pohon kecil gila.
Semua ini akan terlihat lebih lucu jika ditonton sendiri di bawah.
Film yang dibintangi oleh
Pratt, Zaldana, Bautista dan Pom Klementieff ini juga akan menampilkan Karen Gillan, Michael Rooker, Kurt Russell, Elizabeth Debicki, Glenn Close dan Sylvester Stallone.
Sementara itu karakter Rocket Racoon disuarakan oleh Bradley Cooper dan Groot oleh Vin Diesel. Diproduseri oleh Kevin Feige, GotG Vol. 2 akan tayang pada 5 Mei 2017.
Sabtu, 03 Desember 2016
TEASER THE MUMMY
The Mummy
Universal merilis teaser berupa poster dan klip untuk menyambut trailer perdana The Mummy yang dibintangi Tom Cruise dengan Sofia Boutella memerankan versi baru mumi, yaitu seorang wanita.
Lihat teaser dan poster di atas.
Klip berdurasi singkat disertai pengumuman bahwa trailer perdana akan debut pada hari Senin, waktu Amerika.
Sebelumnya kita melihat sebagian aksi Cruise memerankan tokoh utama Nick Morton. Nick adalah pemimpin grup arkeolog yang menemukan petunjuk bahwa “seorang putri purbakala” yang menjadi legenda selama jutaan tahun ternyata benar-benar adanya, dan dia akan segera bangkit.
Sementara posternya menampilkan headline “Selamat datang di dunia baru berisi para Dewa dan Monster” untuk menandakan inilah film pertama yang mengawali franchise monster klasik garapan studio Universal.
Russell Crowe tampil hanya sepersekian detik namun sukses mencuri perhatian.
Akan menarik melihat bagaimana Crowe memerankan Dr. Jekyll/Mr. Hyde serta berbagi layar dengan Cruise.
Turut bermain adalah Annabelle Wallis (Peaky Blinder), Jake Johnson (Jurassic World) dan Courtney B. Vance (Terminator Genisys).
Pastikan kau kembali untuk menyaksikan trailer pertamanya.
Langganan:
Postingan (Atom)










